Minggu, Mei 10, 2026
No menu items!
BerandaBerita"Dosen Uniba Menjadi Pejuang Kemanusiaan di Tengah Puing Bencana Alam di Aceh...

“Dosen Uniba Menjadi Pejuang Kemanusiaan di Tengah Puing Bencana Alam di Aceh Tamiang”

Foto : Terlihat Desen Uniba Turun kelapangan di tengah- tengah puing Bencana alam yang rumahnya rata diterpa badai gelombang pasang.( foto: Ist- Indralis- OpuNg)

(Aceh Tamiang). —— ( BATAM Expose.Com). —–‐– !! – Di tengah bencana alam yang menyisakan duka dan kehancuran,nama sikuli jurnalis Agus Siswanto Siagian mungkin tidak terpampang di baliho atau tajuk utama di sejumlah media nasional.

Namun bagi para korban bencana,kehadiran Agus Siagian bagai cahaya kecil yang memberi harapan besar.

Ia lebih kerap menyebut diri nya sikuli jurnalis,padahal Agus juga tercatat sebagai dosen di S1 Fakultas Hukum dan S2 Magister Kenotariatan Universitas Batam(UNIBA).

Ikhtiar nya ingin berbuat kebajikan dan bisa tampil sebagai pejuang kemanusiaan,itulah membuat sikuli jurnalis ini memilih turun langsung ke lapangan,guna membantu sesama tanpa pamrih.

Agus bukan lah tokoh besar dengan fasilitas lengkap dan memiliki harta berlimpah.

Ia datang dengan tampil seadanya,tenaga yang terbatas dan hati yang penuh empati.

Di antara puing-puing rumah dan jerit kesedihan para korban di Aceh Tamiang,Agus hadir tidak hanya sebagai relawan,namun sebagai saudara,seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran,demikian kutipan firman Tuhan yang menjadi pegangan hidupnya”imbuh Agus Siagian.

Hari pertama tiba(Jumat,19/12/2025) mengunjungi lokasi terdampak yang cukup parah yang terletak di daerah Lintang dan Kampung Lunduh_Aceh Temiang.

Ia membantu mengevakuasi korban,membagikan bantuan bersama sahabat jurnalis dari organisasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia beserta sahabat jurnalis lain nya di Aceh,dan yang paling penting mendengarkan keluh kesah mereka yang kehilangan segalanya.

Pelbagai usaha dan cara dia coba melakukan yang terbaik,itu juga yang membuat peran Agus begitu bermakna dengan konsistensinya.

Sosok pria berdarah Batak Toba yang telah tinggal menetap di Kota Batam ini sangat menikmati kebersamaan tersebut,sembari membersihkan lingkungan,membantu mendirikan hunian sementara,dan menemani anak-anak korban bencana agar kembali tersenyum.

Perjuangannya menunjukkan bahwa kemanusiaan sejati tidak berhenti pada rasa iba,melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata dan berkelanjutan”kata Agus.

Bencana alam bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga tertentu,tetapi merupakan tanggung jawab sesama manusia.

Agus membuktikan bahwa satu orang pun dapat membawa perubahan,asal saja memiliki keberanian untuk peduli dan mau turun ke lapangan.

Pada akhirnya,Agus mengajarkan bahwa kepahlawanan tidak selalu lahir dari kekuasaan atau popularitas,tapi bagi nya yang terpenting adalah bertindak dari keikhlasan membantu tanpa menunggu pujian.

Di tengah bencana alam yang melanda Sumatera & Aceh,Agus adalah simbol bahwa nilai kemanusiaan masih hidup dan harapan selalu bisa ditemukan,bahkan di tempat yang paling hancur sekalipun.

Ya Tuhan,ketika alam mengguncang hidup kami,kuatkan hati agar tidak runtuh,jernihkan akal agar tetap bijak,dan lembutkan jiwa agar saling menolong.

Sebab Tuhan pemilik kehidupan,kami berserah bukan karena lemah,tapi karena percaya
bahwa setiap cobaan mengandung makna,dan setiap luka dapat disembuhkan dengan harapan”demikian untaian doa si kuli jurnalis Agus Siswanto Siagian.( R/ OpuNk)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Extended Opportunity on 120