Foto : Ist – Salam Prasisi Humas Dirpamobvit Polda Kepri.– ( R/ Dok : Indralis – OpuNg
Kepri – Batam. —– ( BATAM Expose.Com ). —- !! — Kepulauan Riau merupakan salah satu wilayah strategis Indonesia yang berada di persimpangan jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.
Posisi tersebut tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam aspek keamanan dan perlindungan objek-objek vital nasional maritim.
Isu tersebut menjadi perhatian dalam Focus Group Discussion Maritime Policy Forum (FGD-MPF) bertema “Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dan Pusat dalam Pengelolaan Obvitnas Maritim di Kepulauan Riau melalui Pendekatan Sound Governance” yang digelar di Auditorium Batam Tourism Polytechnic, Kamis (11/6/2026).
Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Rudy Cahya Kurniawan, M.Si., yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) maritim harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Rudy, keberadaan pelabuhan, alur pelayaran, kawasan industri, terminal energi, hingga berbagai infrastruktur strategis lainnya memiliki peran vital dalam mendukung roda perekonomian daerah dan nasional.
Karena itu, gangguan terhadap objek vital tersebut dapat berdampak luas terhadap stabilitas keamanan dan investasi.
“Kepri memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di jalur perdagangan internasional.
Oleh sebab itu, pengamanan Obvitnas maritim harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholder,” Ujar Rudy.
Ia menjelaskan, pendekatan sound governance menjadi salah satu solusi dalam memperkuat pengelolaan dan pengamanan objek vital maritim.
Melalui pendekatan tersebut, setiap instansi didorong untuk membangun sinergi, koordinasi, serta kolaborasi yang efektif guna menghadapi berbagai potensi ancaman dan tantangan di sektor maritim.
Forum diskusi ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Damar Syakti, S.Pi., DEA, Kas Koarmada I Laksma TNI Dr. Arif Badrudin, M.Mgt., Stud., Kasat Polair Polresta Tanjungpinang Kompol Efendri Ali, S.IP., M.H., perwakilan Kementerian Perhubungan, Dinas ESDM Kepri, Dinas Kominfo Kepri, KSOP Khusus Batam, Distrik Navigasi Tanjungpinang, serta unsur akademisi dan praktisi kemaritiman.
Selain memaparkan tantangan pengamanan objek vital maritim, forum tersebut juga membahas upaya penguatan regulasi, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan rekomendasi strategis yang akan menjadi masukan bagi pemerintah pusat dan daerah.
Rudy berharap hasil diskusi dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan operasional objek vital nasional maritim di Kepulauan Riau.
“Pengamanan objek vital bukan hanya soal menjaga aset, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi, iklim investasi, dan kepentingan strategis negara. Karena itu, diperlukan komitmen dan peran aktif seluruh pihak,” Tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut berjalan lancar, aman, dan kondusif serta menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat tata kelola dan pengamanan Objek Vital Nasional maritim di Kepulauan Riau.( R/ OpuNg)

