Foto : Ist Kasi Humas Polsek Bengkong / R- Dok : IndraLis – OpuNg
Bengkong. BATAM.( BATAM Expose. Com). —- ! Mengambil tempat di Aula Kantor Camat Bengkong telah dilaksanakan *Kegiatan Bimtek Life Skill Pada Masyarakat Rawan Narkoba dan Penyuluhan Kewaspadaan Dini terhadap Masyarakat Ancaman, Tantangan, dan Gangguan di Kec. Bengkong yang dilaksanakan oleh FKDM Kota Batam dan BNN* yang diikuti lebih +- 100 orang pada hari Selasa ( 17- 10- 2023)tepat pukul 09.00 di aula Kecamatan Bengkong.
*Penanggung Jawab Wilayah : IPTU DODDY BASYIR, S.H., M.H (PS. Kapolsek Bengkong)*
*Hadir dalam kegiatan :*
1. AKBP Titi Tri Mulayani / Perwakilan BNN RI
2. AKP Risyal / Perwakilan Densus 88
3. Metra Dinata / Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Batam
4. Fairus Batubara / Camat Bengkong
4. Kapten Samjos Sirait / Danramil 01 Batam Timur
5. AKP River Hutajulu / Wakasat Narkoba Polresta Barelang
6. IPTU M. Kevin Ramadhan, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., M.Si / Waka Polsek Bengkong
7. Alwan Afdianto / Ketua FKDM Kota Batam
8. Lurah Sekecamatan Bengkong
9. Kapus Sekecamatan Bengkong
10. Perwakilan Warga Kec. Bengkong
11. Personil IK Polsek Bengkong
*Susunan Acara sbb :*
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Pembacaan Doa
4. Sambutan
*Alwan Afdianto / Ketua FKDM Kota Batam*
– FKDM Kota Batam pada tahun 2022 sudah melaksanakan 6 kegiatan penyuluhan di Kota Batam, dan ditahun 2023 kami juga melaksanakan 6 kegiatan.
– Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan hambatan di suatu daerah yang mana nantinya akan kita bahas bersama cara menyelesaikan permasalahan tersebut.
– Jadi nanti silahkan kepada bapak/ibu warga Kec. Bengkong untuk menyampaikan apa saja kendala, hambatan dan ancaman yang ada di lingkungannya.
*Fairus Batubara / Camat Bengkong*
– Terima kasih kepada BNN dan FKDM Kota Batam yang sudah melaksanakan kegiatan ini dan mohon maaf apabila fasilitas yang kami sediakan masih banyak kekurangan.
– Kegiatan hari ini adalah Penyuluhan dari BNN tentang Bahaya Narkoba dan Penyuluhan Kewaspadaan Dini Masyarakat Terhadap Ancaman, Tantangan, dan Gangguan di Kec. Bengkong. Semoga kegiatan ini dapat berjalan baik dan bermanfaat bagi semua warga Kec. Bengkong.
– Sampai saat ini Kec. Bengkong memiliki jumlah penduduk 120 ribu jiwa yang tersebar di 4 Kelurahan.
– Bahaya Narkoba bagi masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu marilah kita semua untuk bekerja sama untuk mendukung program ini agar berjalan dengan baik.
*Metra Dinata / Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Batam*
– FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) Kota Batam dibentuk berdasarkan Permendagri 46 Tahun 2019.
– Tujuan FKDM Kota Batam adalah mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah.
– Deteksi dini dan pencegahan dini dapat menghindari daerah dari konflik sosial di masyarakat.
– Dampak Konflik sosial merugiakan pemerintah, masyarakat, perekonomian, sosial masyarakat.
– 3 langkah yang harus dipahami untuk menghindari konflik sosial adalah lapor cepat, tepat dan akurat.
*AKBP Titi Tri Mulyani / Perwakilan BNN RI*
– Dari data yang kami peroleh untuk di Kec. Bengkong daerah Sadai termasuk daerah dengan Level Bahaya Narkoba.
– Kami dari BNN akan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada 50 masyarakat di sadai untuk membantu kami untuk mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba.
– Selain Narkoba bahaya yang lain buat anak-anak adalah Ngelem, miras yang kegiatan ini juga berbahaya.
– Bahaya narkoba dalam keluarga adalah tanggungjawab kita semua. Terutama Ibu-ibu adalah garda terdepan untuk mendidik anak dan mengawasi anak dirumah.
*AKP Risyal / Perwakilan Densus 88*
– Terorisme tumbuh dari yang awalnya rasa Intoleransi (Pemahaman) dan belanjut menjadi Radikalisme (Sikap prilaku) yang akhirnya menjadi terorisme (Tindakan/aksi)
– 3 macam radikalisme di Indonesia yaitu Radikalisme Jihadi (Benci kepada yang berbeda keyakinan), Radikalisme Politik (Ingin mengganti Ideologi Pancasila), Radikalisme Dakwah (menanamkan sikap intoleran)
– Terorisme tidak merujuk pada satu agama saja.
– Faktor Penyebab Radikalisme dan Terorisme adalah pemahaman agama yang dangkal / penafsiran kitab suci yang sempit, merasa kecewa kepada kebijakan pemerintah/tokoh politik, isu sara dan isu intoleransi.
– Sarana Penyebaran Radikalisme bisa melalui kajian keagamaan, perkawinan, organisasi, tempat ibadah, lembaga pendidikan, pergaulan, media elektronik, media sosial.
– Langkah-langkah Pencegahan Radikalisme meliputi :
1. Deteksi Dini yaitu menciptakan rasa tanggap dan peduli masyarakat di lingkungannya.
2. Partisipasi yaitu melibatkan masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun terkait Radikalisme kepada pihak berwenang.
3. Sinergitas yaitu meningkatkan sinergitas TNI, Polri, pemerintahan, tokoh agama untuk mencegah bahaya radikalisme.
Sekira pukul 12.00 wib Kegiatan Selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif.( R- IndraLis – OpuNg)

