Foto : Ist- Salam Prasisi Kasi Humas Ditpamobvit Polda Kepri. – R/ Dok : Indralis- OpuNk
Kepri. —– ( BATAM Expose.Com). ——— !! Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kepulauan Riau melalui Direktur Pam Obvit Kombes Pol Dr. Rudy Cahya Kurniawan, M.Si., MH., M.Kn. menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk “Moderasi Beragama Sebagai Pilar Wawasan Kebangsaan di Era Globalisasi” yang digelar di Gedung STT Huperetes Batam, Perumahan Orchid Park, Rabu malam (11/11).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta dari tiga sekolah tinggi teologi di Batam, yakni STT IKAT Batam, STT Huperetes Batam, dan STT SJK Batam.
Seminar menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Sehat L. Sihombing, M.Pd. (Pembimas Kristen Kepri) dan Dr. Otniel Harefa, M.Th., M.Pdk.
(Sekretaris Umum PGI Kepri) sebagai keynote speaker, serta para akademisi seperti Dr. Herbin Simanjuntak, M.Th. (Ketua STT SJK Batam), Dr. Rinetje Adriansz, M.Pd.
(Ketua STT IKAT Batam), dan Dr. Septerianus Waruwu, M.Th. (Ketua STT Huperetes Batam).
Moderator dalam kegiatan ini yaitu Anneke Mofu, M.Th.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari para narasumber utama.
Dalam arahannya, Dirpamobvit Polda Kepri Kombes Pol Dr. Rudy Cahya Kurniawan menekankan pentingnya peran moderasi beragama dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di lingkungan Polri.
“Tiga nilai yang menjadi kristalisasi dari Bhinneka Tunggal Ika, yaitu toleransi, keharmonisan, dan gotong royong, harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa,” Ujar Rudy.
“Landasan berbangsa dan bernegara harus berpegang pada semangat Pancasila, mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta mengembangkan persatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.
“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai perekat bangsa yang mendorong semangat kebersamaan lintas agama dan budaya.
Moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Pembimas Kristen Kepri Sehat L. Sihombing, M.Pd.
Mengatakan bahwa semangat moderasi beragama harus menjadi gerakan bersama lintas denominasi dan lintas institusi.
“Gerakan oikumene yang memperkuat persatuan antarumat beragama sejalan dengan semangat kebangsaan.
Dengan moderasi, kita bisa saling menghargai perbedaan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua STT Huperetes Batam Dr. Septerianus Waruwu, M.Th.
Menyampaikan apresiasi kepada Polda Kepri atas kehadirannya sebagai mitra strategis kampus dalam memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan teologi.
“Kehadiran Polri, khususnya Ditpamobvit Polda Kepri, dalam kegiatan akademik seperti ini sangat bernilai.
Ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif menanamkan nilai kebangsaan dan toleransi kepada generasi muda,” tutur Septerianus.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta dan narasumber, serta sesi foto bersama seluruh undangan dan panitia.( R/ OpuNk)

